ASEAN Blogger Conference #part I

    16 November, pekan lalu, Ada sebuah kegiatan menarik yang digelar, ASEAN Community Blogger di Bali. Kegiatan ini bahas deklarasi blogger ASEAN dan konferensi pertama blogger se-Asia Tenggara. Topik yang dibahas dalam konferensi ini bervariasi, tapi semuanya bermuara pada satu isu : Deklarasi ASEAN Blogger.

    Kegiatan yang bertempat di Museum Pasifika, Nusa Dua Bali ini berada satu kompleks dalam BTDC (Bali Tourism Development Center) yang juga merupakan pusat kegiatan KTT ASEAN ke-19 (ASEAN Summit 19th). ASEAN Blogger Conference – nama resmi pertemuan ini – seyogyanya digelar selama 3 hari (16-18). Tapi karena alasan yang tak diketahui, kegiatan ini dipadatkan jadi 2 hari aktif.
    Setidaknya 200 blogger dari 10 negara anggota ASEAN berkumpul di kegiatan ini. Seratusan berasal dari blogger Indonesia, dan sisanya berasal dari negara-negara anggota ASEAN, seperti, Kamboja, Malaysia, Filiphina, Brunei, Vietnam dan Thailand.


    Menurut, Imam Brotoseno Selaku Presiden ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia, tujuan digelarnya kegiatan ini, sebagai partisipasi dari Blogger-Blogger se-ASEAN untuk turut menyambut masyarakat ASEAN 2015.
    “Banyak masyakarat awan yang belum mengetahui tentang Masyarakat ASEAN 2015 nanti. Di mana nantinya, anggota-anggota ASEAN akan memliki kesepahaman dalam aturan dan norma hukum. setidaknya ada 3 peran penting dalam masyarakat ASEAN 2015. selain politik dan ekonomi, blogger ASEAN diharapkan dapat berperan dalam sosial budaya,” ungkapnya.
    Peran blogger ASEAN ini, menurut Brotoseno diharapkan dapat diikuti oleh chapter-chapter komunitas blogger lain, seperti Myanmar, Thailand dan Filipina.
    Menkominfo, Tiffatul Sembiring dalam pembukaan kegiatan ASEAN Blogger Conference, menyatakan, Indonesia yang juga merupakan pengguna terbesar dari Teknologi Komunikasi Informasi, mempunyai peran dan kepentingan dalam hal ini.
    “itulah mengapa, kami, Indonesia, termasuk atau turut berpatisipasi dalam pertemuan telekomunikasi, baik bertaraf nasional maupun Internasional,” jelas sembiring dalam pidatonya yang dibawakan dalam bahasa inggris.
    Tifatul juga menjelaskan kondisi sosial media yang terjadi Indonesia. Menurutnya, dalam konteks lokal, pemerintah bersama organisasi kemasyarakatan lainnya menjalin kerjasama untuk meningkatkan partisipasi publik dan dialog yang membangun melalui blog, twitter, facebook dan sosial media lainnya
    “Saya beruntung merupakan salah satu dari pengguna aktif twitter, dimana saya mendapatkan banyak manfaat dari penyampaian ide saya, termasuk mendapatkan kritik dan saran dari follower saya di twitter”, ungkapnya.

    Deklarasi
    Konferensi ini bahas banyak kepentingan negara anggota ASEAN. Tiap-tiap perwakilan negara bikin presentasi dihadapan peserta konferensi. Irwan Abdul Rahman dari Malaysia presentasi tentang kembang kempisnya situasi Informasi Teknologi di Malaysia. Wason dari Filipina muncul dengan slide yang menggebrak. Di antara gempuran sosial media Facebook di seluruh belahan dunia, nampaknya hanya Cina yang saya tahu punya aturan proteksi untuk cybermedia mereka. Facebook tak dikenal di Cina. Dari presentasi Wason saya baru tahu, kalau Thailand juga tidak begitu familiar dengan Facebook. ZINC merupakan sosial media yang banyak digunakan di Thailand. Ada juga Tonyo Crush dari Filipina, bikin rekomendasi kepada ASEAN Blogger Conference agar poin deklarasi nanti meminta ASEAN agar menghilangkan Pass Border antar negara. Hal ini mirip negara-negara di Eropa yang sudah tidak lagi menerapka visa antar negara.
    Presentasi tiap negara di akhiri oleh presentasi oleh Cyra, blogger Filipina. Cyra bikin slide yang mengocok perut. Dalam slide yang ditampilkan, seorang polisi Filipina bertarung melawan seorang pedagang bak duel dalam film STAR WARS. Lengkap dengan pedang lasernya.
    Belakangan saya baru tahu. Video slide yang diputa itu ternyata lagi booming di Thailand. Rating tontonannya hampir mirip dengan Norman Kamaru di Youtube.
    Sesi presentasi kegiatan ini berlangsung 2 jam. Setelah itu dilanjutkan dengan jeda istirahat untuk makan siang. Makan siang selesai. Peserta kemudian dikumpulkan dan dibagi menjadi 3 kelompok. Tiga group ini berdiskusi berdasarkan plot yang sudah ditetapkan panitia. Saya kebagian group C. Kami bahas point deklarasi terutama mengenai kerjasama negara-negara ASEAN dalam penanganan kebebasan berekspresi.
    Duduk di samping saya seorang blogger Kamboja asal India. Dia banyak mengeluh. Dia sempat menanyakan nama Haziran Pohan, penasehat ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia.
    Dia banyak melontarkan pertanyaan kepada Ketua group. Dia menyoal tujuan dibikin ASEAN Blogger Community. Dia mempertanyakan soal representasi tiap negara. Dia bicara dalam bahasa inggris dengan dengan dialek India.
    “ are we reprecentative of ASEAN Blogger? I wonder of it,” katanya.
    Diskusi kami berlangsung alot. Dari 1 jam waktu efektif diskusi, kami lebihkan hingga 2 jam. Group A dan B juga tak kalah seru.
    Semua group selesai diskusi. Bahan rangkuman diskusi group dikumpulkan panitia. Kami berkumpul dalam satu aula besar. Di situ setiap ketua diberi 30 menit sesi presentasi hasil diskusi group. Setelahnya, kami kemudian melontarkan pertanyaan atas hasil-hasil itu.
    Hasil-hasil presentasi itu rupanya merupakan embrio dari Deklarasi ASEAN Blogger Community yang nantinya akan dibacakan bersama pada malam Gala Dinner bersama Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa beserta Duta Besar negara-negara ASEAN.
    Deklarasi itu berisi tujuh point tidak termasuk mukaddimah. Berikut poin deklarasi itu :
    1. We, the ASEAN bloggers, gathered in Bali, on 16th November 2011, aligned with the 19th ASEAN Summit, acknowledge the role and contributions of social media for the establishment of ASEAN Community 2015.
    2. We, the ASEAN bloggers, aspire to seek the freedom of expressions among us as enshrined in Universal Declaration of Human Rights.
    3. We, the ASEAN bloggers, in the spirit of partnership and solidarity among the family of people from ASEAN countries, independent of political influence, are determined to use social media in the development of ASEAN’s political, economic, and social-cultural potentials with the aim to promote understanding among ASEAN people.
    4. We, the ASEAN bloggers, are determined to develop cooperation in all fields under ASEAN’s One Vision, One Identity, and One Community.
    5. We, the ASEAN bloggers, are committed to ethical and positive demeanor, respectful of the rights of authors attached to articles, photos, and videos, and other creative products.
    6. We, the ASEAN bloggers commit to:
    a. Declare the 16th November as the ASEAN Bloggers’ Day.
    b. Develop communication platforms, both at the national and the sub-regional levels, taking into account the interest of people participation in the rural areas of ASEAN countries.
    c. Organize future activities to encourage closer contact among bloggers.
    d. Mandate the Indonesian ASEAN Blogger Community President to coordinate and communicate to all their counterparts from ASEAN countries regarding development and progress achieved in accordance with the Declaration.
    7. We, the ASEAN bloggers, encourage all bloggers to join our efforts in making this Declaration a reality.

    Declared in Bali, 16th November 2011.

    Foto Bersama Pada Malam Gala Dinner

    TO BE CONTINUED . . .

About these ads

4 responses to “ASEAN Blogger Conference #part I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s