Coffe Badati dan Generasi Damai

“Damai dimulai dari beta!”

Salam ini menggema seisi ruang aula SMK Negeri 1 Ambon Karang Panjang, 24 Januari 2012, pekan lalu.
Pagi itu, Puluhan Ketua Osis dari SMP dan SMA Se-kota Ambon berkumpul dalam satu ruang pertemuan. Didampingi oleh beberapa guru yang juga pembimbing Osis. Mereka bicara soal gerakan damai.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Gerakan Coffe Badati, sebuah gerakan perdamaian yang digawangi oleh anak muda lintas agama. Juga bersama Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Ambon, Koran digital Maluku Online dan Yayasan Parakletos.

Dalam talkshow tentang perdamaian, tampil Rudi Fodid. wartawan senior yang akrab disapa Opa ini memaparkan perlunya gerakan damai yang berkelanjutan.
“gerakan damai bukan hanya sampai di sini. Banyak dimensi yang masih bisa kita gali,” tutur Opa Rudi
Selain Opa Rudi, Shurej Tomaluweng, Mahasiswa semester akhir Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) juga tampil sebagai pembicara dalam talkshow ini.


Tomaluweng memaparkan fungsi jejaring komunikasi lintas iman. Menurutnya penting dicatat rusuh yang berkembang 11 september lalu diakibatkan komunikasi yang salah.
“kita harus berjejaring. Membangun komunikasi antar masyarakat. Ini berguna untuk men-counter isu-isu yang dapat menyebabkan pecahnya konflik,” jelas tomaluweng yang pernah mengikuti studi tentang pluralisme di Amerika ini.

Generasi Damai

Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan Fokus Group Diskusi. Ketua-ketua OSIS ini dibagi dalam 8 kelompok kecil dan kemudian membahas tentang beberapa topik.
Salah topik menarik yang dibahas saat itu, tentang ide-ide kerja damai yang bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing. mereka diskusi panjang soal ini.
Selesai berdiskusi, beberapa orang perwakilan kelompok yang telah ditunjuk, bergerak ke depan untuk bikin presentasi. Ide-ide menarik itu dituturkan dihadapan hadirin.

Johan Samangun dari SMK 6 Ambon misalnya, presentasi idenya untuk bikin Rumah Tatawa.
“generasi kami hidup dalam trauma masa lampau. Kami dibesarkan dengan cerita-cerita konflik. Sangat jarang kami bicara tentang cerita-cerita lucu dan menarik layaknya anak-anak lain. Rumah Tatawa ini, akan buat semua orang melupakan kisah-kisah konflik,”


agak unik seperti Johan, Jessy Wattimena Dari SMU Kartika Ambon, presentasi tentang Pela Antar sekolah. Dia usul agar setiap sekolah punya ikatan persaudaraan.
“pela antar sekolah bisa mencegah tawuran antar sekolah. ini juga bisa jadi forum pertemuan OSIS se-kota Ambon,” paparnya dengan berapi-api
Banyak ide menarik yang disampaikan oleh calon-calon pemimpin masa depan ini. semuanya bermuara pada perdamaian Maluku yang berkelanjutan.
Kegiatan ini di akhiri dengan nyanyian bersama lagu Maluku Tanah Pusaka oleh hadirin sambil berpegang tangan. Ada yang berurai mata.

Rifky Santiago

About these ads

2 responses to “Coffe Badati dan Generasi Damai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s