Ada Ibuku di Hari Ibu

teruntuk seorang ibu yang tak letih melayani…

Ibu...

Suatu ketika…
Matahari sudah meninggi di ufuk timur. dentang jam tak hentinya beradu dengan sang mentari yang terus meninggi.
aku masih saja terbaring di tempat tidur. tak sadarkan diri, walau sebenarnya mata telah lelah dipejamkan.

“ini jam berapa? masih mau tidur lagi,” bentak seseorang di balik daun pintu.
ia menyerbu masuk dalam kamar. meloloskan selimut yang sejak malam menutupi seluruh tubuhku.

aku sontak terbangun. aku kenal betul suara itu. suara wanita paruh baya yang sejak 21 tahun ini bersamaku. suara wanita yang selalu meninabobokan aku di saat kecil dan kini membentakku di saat besar.
dia ibuku. Wanita cantik yang pertama kali aku lihat saat membuka mata dan kini satu-satunya wanita tua yang ku punya.

aku tak marah walau agak jengkel dibangunkan “Sepagi” itu. jam 9 waktuku terlelap hebat dan dibuai mimpi.
setiap harinya aku tidur jam 4 dini hari. menulis, membaca hingga mempikir tentang dunia yang lebih baik jadi hobi tiap tengah malam.

ibuku tahu akan hal itu. dia kerap bertanya “untuk apa tidur selarut itu?!”
saya hanya menjawab “menulis mimpi”
ia kemudian diam ketika kujawab seperti itu. entah paham atau jengkel karena jawabanku yang enteng.

yang aku tahu sejak mendengar jawaban seperti itu ia tak pernah lagi membangunkanku di pagi hari. ia membiarkanku tertidur pulas hingga kini – hanya kadang kalau ada perlunya.
malah, kini ia menyediakan teh panas dan sedikit cemilan untukku. walau ia tahu teh panas itu akan dingin dan jadi santapan semut ketika aku sudah bangun.

Ibuku yang luar biasa. tak pernah mendikte anak-anaknya akan apa yang dikerjakan. selama itu baik bagi kami.
tak pernah berpetuah ataupun berkata bijak layaknya ibu yang lain.

tapi kami tahu, ia selalu mendoakan kami. dalam nafas dan lakunya di hadapan Tuhan.

Selamat Hari Ibu, Ibuku …

You are the Best, Here.. and After.

Ambon, 22 Desember 2011

5 responses to “Ada Ibuku di Hari Ibu

  1. ibu…. kasihmu tak terhingga……
    sentuhan tangan yg kini mulai keriput masih terasa hangat saat kau peluk diriku……
    tak ada yg bisa ku berikan hanya seutai doa yang ku titipkan kepada sang haliq agar ibu selalu tersenyum. l love u mom………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s