Pusara

Dedaunan menari di tanah lapang

Tanah yang dirindukan

Rindu akan yang Esa dan janji-Nya

Menemani yang ada ke tiada

Cintaku berbaring di situ

Di tanah lapang penuh kebebasan

Tempat menuai cinta yang kuasa

Dari tiada ke tiada

Hingga ketika ku hampiri

ada jiwa yang terkekang

Rindu manusia akan kodrati

Di antara nisan dan gundukan tanah

Bulir Kristal mengenangi pusaramu

Setangkai mawar putih menemanimu

Meniadakan yang telah ada

Menanggalkan rasa yang dibebani

Kekasihku..

Kembalilah

Dari tiada

Ke tiada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s