Mengapa HANA harus diceritakan?

poster-hana-final

Bercerita tentang proses rekonsiliasi konflik Ambon bagi sebagian kalangan merupakan isu usang yang tak relevan dengan
konteks Indonesia hari ini. Sebagian mengangapnya sebagai masa lalu yang tak perlu dibicarakan karena dapat memantik konflik baru antar
masyarakat. Benarkah demikian?

Faktanya, Maluku merupakan negeri yang tak asing dengan tindak kekerasan pasca konflik 1999. Bunuh, bakar, tembak, potong adalah kata-kata lazim
yang terdengar saat konflik berlangsung di tahun 1999 hingga 2005. Konflik fisik mungkin secara masal telah selesai pasca penandatangan
perjanjian damai Malino II di tahun 2002 silam, tapi akar bencana belum benar-benar terselesaikan. Konflik menciptakan segregasi pemukiman
penduduk berdasarkan agama yang dianut. Damai hanya berlangsung di ruang publik. Di ruang-ruang komunitas, kebencian masih tersemai
subur. Gerry Van Klinken, seorang antropolog Belanda pernah menyebut perdamaian di Maluku sebagai Perdamaian tanpa membicarakan
kebenaran. Hal ini dikarenakan banyak korban konflik yang masih trauma untuk bersuara, untuk bercerita.

1482073520669

Anak-anak yang lahir di Maluku pasca konflik telah kehilangan cerita. Cerita tentang ketokohan Pattimura mengusir penjajah dengan bala
tentara yang diisi oleh Islam dan Kristen. Cerita tentang harmoni hidup orang bersaudara Pela dan Gandong, kini digantikan oleh cerita tentang
heroisme laskar salib dan laskar jihad, tentang sniper misterius yang menembaki masyarakat juga pasukan siluman.

Saya beruntung terlahir sebelum konflik terjadi. Ketika konflik terjadi di tahun 1999, saya hanya bocah berumur 10 tahun yang ikut larut dalam
kecamuk perang. Saya dan keluarga memutuskan meninggalkan rumah dan mengungsi setelah 15 tahun tinggal berdampingan dengan
tetangga yang berbeda agama. Saya telah kehilangan keluarga. Juga banyak orang lainnya yang memutuskan mengungsi karena konflik.
Mereka juga kehilangan keluarga mereka, tetangga mereka. Begitu banyak kisah orang-orang yang terselamatkan ditengah kecamuk konflik
karena bantuan tetangganya, termasuk keluarga saya.

1482073359953

Cerita konflik adalah cerita tentang kehilangan. Rumah bahkan sanak saudara. Tapi, dibalik narasi besar tentang rusuh dan bunuh saat konflik,
banyak kisah minor tentang dua keluarga kecil yang saling tolong-menolong dan menjadi agen perdamaian bagi orang terdekat mereka.

Atas dasar ini saya ingin memulai dengan membicarakan kabar baik di antara tumpukan koran dan tayangan televisi yang berisi kasus
penistaan agama dan konflik antar Suku. Cerita HANA yang ingin saya tampilkan dalam film ini adalah bagian dari saya, juga bagian dari mereka yang menjadi saksi hidup bagaimana konflik tak secara utuh menghancurkan memori kolektif kami tentang indahnya hidup bersaudara.

1482074176655

HANA

BaileoDOC | PUSBANG Film KEMENDIKBUD

Director & Producer  :  Rifky Husain | Scriptwriter  : M. Irfan Ramly | Director of Photography  : Fachrun Burhan | Editor  : Rahmat Salat

Cast    : Fitriyani Sima Sima Sohilauw as Hana | Mathelda Wattimena as Oma Ace

Synopsis

17 Years after the Ambon Riot, Hana 27 Years Old, decided to return the house key that belongs to Dominggus family which was willed by her
late mother. The key and her meeting with Oma Ace opened the door to the past

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s