Filmography

Baju Bola (Soccer Jersey)

Director : Piet Manuputty

Director Of Photography :  Rifky Husain

2015 | Short Fiction | 8 Minute

Bahasa Indonesia | BetaFilms | Padi Padi Creative | Kemendikbud Republik Indonesia

Subtitle : Bahasa Indonesia, English

 

Sinopsis

Aksa (9 thn), seorang bocah yang memiliki mimpi menjadi pemain bola profesional kelak ketika ia besar nanti. Satu-satunya benda kesayangannya ialah kaos timnas Indonesia. Hingga satu waktu, kaos bola kesayangannya itu hilang. Aksa mencari kemana-mana, tapi  tak ditemukan. Akhirnya ia memilih cara tradisional untuk mengetahui keberadaan kaos bola itu.

 

Awards & Festivals

Anugerah Film Indonesia 2016, Nominasi Kategori Film Pendek Anak Terbaik

 

————————————————————————————————————————————————————————-

 

Provokator Damai (Peace Provocator)

Director : Rifky Husain, Ali Madi Salay

2013 | Documentary | 24 Minute

Bahasa Indonesia | Eagle Award Documentary Competition

Subtitle : Bahasa Indonesia, English

Sinopsis

Konflik yang mendera Maluku tahun 1999-2002 telah menelan korban ribuan jiwa, ribuan anak menjadi yatim dan jutaan orang mengungsi, serta jutaan lainnya hidup dalam trauma. Jacky Manuputty seorang pendeta dan Abidin Wakano sebagai seorang ulama adalah potret dari banyak tokoh di Maluku yang berjuang menginginkan Ambon damai. Tapi masih banyak warga hidup dalam trauma, serta pemisahan penduduk pasca konflik tahun 1999. Muhammad Yusuf Laga, masih menyimpan trauma akan konflik 1999 ingin memulihkan traumanya dengan mengikuti live-in (tinggal bersama) Begitu juga Heni Liklikwati yang bersuamikan seorang pendeta, hidup dalam trauma selama belasan tahun. Heni berkeinginan mengikuti live-in agar traumanya dipulihkan dan merubah persepsinya terhadap orang Islam.

Banyak kendala yang dihadapi warga Ambon pasca konflik tahun 1999-2002. Jacky dan Abidin dalam memperjuangkan perdamaian sering diteror, baik dari komunitas Islam maupun komunitas Kristen. Bukan saja itu program live-in yang dijalankan Jacky dan Abidin melalui Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM) diabaikan pemerintah. Yusuf merasa trauma konflik dalam dirinya membatasi interaksinya dengan orang-orang yang beragama Kristen. begitupun dengan Heni yang masih takut ke masuk ke pemukiman muslim karena masih trauma ketika terjebak dalam sebuah insiden penembakan di akhir tahun 1999.

The Conflict in Moluccas Island, Indonesia, between two religions (Muslim and Christian) that happened in 1999-2002, has claimed thousands of lives, children orphaned, millions of people fled and millions more live in trauma.

After conflict, the living settlement of Muslim and Christian communities segregated, which is in contrast with the fact that two the two communities have lived in harmony for centuries.

Muhammad Yusuf Laga is still experiencing the trauma of the 1999 conflict, so does Heni Liklikwati, a pastor’s wife.

Both of them want to heal the trauma by joining a live-in program, aimed to change their perception towards both religion.

Live-in is a trauma healing program initiated by Jacky Manuputty (a pastor) and Abaidin Wakano (an Islamic Clerks), by living in different religion homes for several days.

They are the peace fighters who want to restore the living harmony of the past.

Awards & Festivals

Jury Price at Eagle Award Documentary Competition 2013 | Official Selection at Focus Programme in ASIATICA Festival in Rome, Italy 2014 | Nominee Best Short Documentary at Aljazeera International Documentary Film Festival, Doha Qatar, 2014

 

 

————————————————————————————————————————————————————————-

 

Merah Saga

Director : Rifky Husain

2014 | Documentary | 9 minute

Bahasa Indonesia | BaileoDOC Pictures

Subtittle : Bahasa Indonesia, English

 

Sinopsis
Ayu, 20 tahun, seorang Katolik yang taat beragama, berkeinginan menekuni minatnya di bidang seni teater. Saat konflik komunal berlangsung di Maluku tahun 1999, Ayu masih duduk di bangku TK. Trauma dan segregasi pemukiman tak membatasi Ayu beraktivitas dengan teman-teman Muslim dan Protestan. Ayu bergabung dengan kelompok teater Merah Saga yang didirikan dengan semangat kebersamaan tanpa memandang agama.

Ayu, 20 years old, is an obedient Catholic, who wants to pursue her interest in theatre. When the communal conflict happened in Maluku in 1999, Ayu was still in Kindergarten. Her trauma and the settlement segregation didn’t restrict her from the activity with her Moslem and Protestant friends. Ayu joins the Merah Saga theatre group, which was established with the spirit of togetherness withoutdiscriminating to any religions.

 

Awards & Festivals

Sayembara Ahmad Wahib 2014, Pemenang 3 Kategori Video Pendek

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s